Deli Serdang | Tubinnews.com – Di tengah hamparan sawah hijau dan lahan pertanian subur yang menjadi urat nadi perekonomian daerah, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Deli Serdang resmi berganti kepemimpinan. Momentum bersejarah ini ditandai melalui Rembuk Paripurna KTNA yang digelar di Balai Pelatihan Tani, Jalan Pendidikan, Desa Bangun Sari, Kecamatan Tanjung Morawa, Selasa (20/1/2026).
Rembuk paripurna yang berlangsung demokratis dan kondusif tersebut menghasilkan terpilihnya Nuraini sebagai Ketua KTNA Kabupaten Deli Serdang periode 2025–2030, setelah meraih 13 suara dari total 22 kecamatan. Proses pemilihan dinilai telah berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KTNA Nasional, dengan dukungan penuh dari pengurus kabupaten hingga provinsi Sumatera Utara.
Pelantikan langsung dilakukan oleh Purnama Daulay, Ketua KTNA Provinsi Sumatera Utara, yang sekaligus menandai dimulainya babak baru perjuangan ribuan petani dan nelayan di Kabupaten Deli Serdang. Diketahui, daerah ini memiliki luas lahan sawah lebih dari 45.000 hektare, menjadikannya salah satu wilayah strategis penyangga pangan Sumatera Utara.
Dalam sambutannya, Nuraini menyampaikan rasa haru dan tanggung jawab besar atas amanah yang diberikan.
“Hari ini saya penuh haru, bahagia, dan bangga bisa dipercaya memimpin KTNA Deli Serdang. Organisasi ini berfokus pada pertanian, maka prioritas utama kami adalah kesejahteraan dan kemandirian petani dan nelayan,” ujar Nuraini, dikutip dari Tim TVNya Buruh, Kamis (22/1).
Ia menegaskan visi dan misinya untuk membawa KTNA Deli Serdang naik kelas melalui penerapan sistem agribisnis modern.
“Kami akan mendorong penggunaan bibit unggul, irigasi pintar, hingga pemasaran berbasis digital agar pendapatan petani bisa meningkat hingga 30–50 persen per musim tanam,” tambahnya.
Tak sekadar janji, Nuraini juga memaparkan sejumlah program konkret, di antaranya pelatihan agribisnis di seluruh 22 kecamatan, kemitraan strategis dengan Dinas Pertanian terkait pupuk subsidi dan pemanfaatan teknologi drone pemantau tanaman, serta kolaborasi lintas sektor dengan nelayan melalui diversifikasi usaha, seperti budidaya ikan nila di sawah pasca-panen.
“Deli Serdang memiliki potensi besar, dari padi organik hingga hortikultura ekspor. Petani harus mandiri dan tidak terus terjepit harga gabah rendah. Kuncinya adalah sinergi dan inovasi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua KTNA Provinsi Sumut Purnama Daulay memberikan apresiasi tinggi atas proses musyawarah yang berjalan demokratis dan penuh kekeluargaan.
“Pemilihan ini luar biasa dan sesuai AD/ART KTNA Nasional. Harapan kami, pengurus baru solid dan kompak menjalankan visi misi. KTNA Deli Serdang harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan swasembada pangan,” ujarnya.
Ia bahkan optimistis Deli Serdang mampu menjadi lumbung pangan Sumatera Utara hingga berkontribusi secara nasional.
“Bayangkan Deli Serdang swasembada beras untuk Sumut, lalu menopang nasional menuju Indonesia Emas 2045,” katanya disambut tepuk tangan ratusan petani yang hadir.
Rembuk paripurna yang mengusung tema “Sukseskan Swasembada Pangan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045” ini turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara dan Kabupaten Deli Serdang. Pada kesempatan tersebut, pemerintah daerah juga menyatakan komitmennya untuk mendukung program-program KTNA melalui alokasi anggaran dan pendampingan teknis.















