Banda Aceh | Tubinnews.com – Sejak pandemi Covid-19 dan maraknya penggunaan ponsel berkamera, aktivitas fotografer di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, tak lagi seramai sebelumnya.
“Pengunjung ramai biasanya waktu libur, tapi sekarang kan lagi bencana agak kurang orangnya, tapi kalau misalnya nggak ada bencana penuh di masjid,” ujar Teuku Kadri, salah satu fotografer di Masjid Raya, saat diwawancarai Tubinnews, Kamis (1/1/2026).
Menurut Kadri, perubahan zaman ke era digital menjadi tantangan tersendiri bagi fotografer lapangan. Jika sebelumnya pengunjung menggunakan jasa fotografi, kini banyak yang memilih mengambil foto sendiri menggunakan ponsel.
“Kalau tantangannya, seperti sekarang ini, lagi bencana jadi sepi, dan waktu covid 19 kemarin juga sepi, tapi untuk sekarang juga karena udah transformasi ke digital, semua orang ada hp, jadi ambil sendiri untuk foto, jadi agak turun juga omzetnya,” ungkapnya.
Ia mengatakan, penghasilan fotografer kini tak menentu. Dalam sehari, pemasukan bisa saja nihil, namun terkadang masih ada penghasilan cukup.
“Masuk penghasilan per harinya itu tergantung, nggak menentu, kadang-kadang ada yang nol juga, tapi kadang-kadang ada juga 200 ribu rupiah, yang penting masih bisa kita kerja lah,” katanya.
Kadri juga menambahkan perbandingan kondisi saat ini dengan masa sebelum pandemi covid dan warga belum transformasi ke digitalisasi, penghasilan saat itu dinilai lebih stabil.
“Kalau dulu sebelum covid sampai 300 ribu rupiah, uang segitu dulu udah banyak nilainya, tapi kalau sekarang barangnya semua serba mahal,” tambahnya.
Di tengah kondisi tersebut, Kadri berharap ada dukungan bagi fotografer yang sedang merintis studio ini, termasuk peluang kerja sama dan pelibatan fotografer swasta dalam kegiatan-kegiatan resmi.
“Harapan untuk kami fotografer ini, kami baru merintis studio, harapannya semoga ada donatur-donatur, yang bisa kita ajak kerja sama. Serta harapan saya untuk pemerintah terhadap fotografer-fotografer di masjid raya ini, kalau bisa misalnya ada acara-acara atau kegiatan-kegiatan kantor libatkan lah kami para fotografer swasta ini sesekali, jangan cuma dari humasnya,” harapnya.

















