Banda Aceh | TubinNews.Com – Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) enceran di Kota Banda Aceh dilaporkan melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut terpicu oleh kelangkaan pasokan yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).
Syamsuddin, salah seorang pedagang BBM eceran di Banda Aceh, mengungkapkan bahwa harga jual Pertalite kini tembus hingga Rp20.000 per liter, sementara Pertamax mencapai Rp25.000 per liter.
“Awalnya Pertalite saya jual Rp13.000 dan Pertamax Rp15.000. Sekarang terpaksa naik karena pasokan makin sulit,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).
Menurutnya, kenaikan harga ini tidak dapat dihindari karena stok BBM semakin sulit didapat. Ia mengaku harus mengantre berjam-jam di SPBU untuk mendapatkan pasokan.
“Saya pun dapat ini harus ngantri dulu selama dua jam di SPBU Lamnyong,” jelasnya.
Kesulitan mendapatkan BBM juga dialami para pengendara. Suci Ramadhani, salah seorang pengguna sepeda motor, mengatakan kalau ia sudah dari jam 6 mengantri dekat SPBU.
”Saya begadang di warkop sama teman dulu baru pas jam 6 langsung ke SPBU terdekat. Udah ada beberapa kereta yang ngantri sebelum kami datang,” tuturnya.
Hal tersebut dirasakan juga oleh pengendara lainnya, Aditya, yang mengaku sudah mencari ke berbagai lokasi, baik SPBU maupun penjual eceran, namun sebagian besar kehabisan stok.
“Susah cari BBM sekarang, di mana-mana habis. Saya sudah ngantri di SPBU Lingke, Kuta Alam, sampai Lambuk, udah nunggu sampai beberapa jam di SPBU ternyata stok habis, bahkan cari SPBU lain antrian udah panjang kali. Pas mau beli eceran yang biasanya berserakan sekarang pada kosong,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kenaikan harga BBM enceran yang begitu drastis membuatnya kaget. Meski demikian, kebutuhan untuk beraktivitas memaksanya tetap membeli meski dengan harga tinggi.
“Harganya mahal sekali. Saya dapat Rp10.000 saja rasanya seperti beli Rp5.000 di harga normal. Tapi mau bagaimana, tetap harus beli untuk kebutuhan,” ujarnya.
Pernyataan pihak Pemerintah terkait BBM di Aceh
Mengutip informasi dari laman resmi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, Pemerintah Aceh melalui Kepala Dinas ESDM, Taufik, ST., M.Si., menegaskan bahwa ketersediaan BBM di berbagai wilayah masih terpantau aman, meskipun beberapa daerah baru saja mengalami banjir dan gempa bumi dalam beberapa hari terakhir. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan atau panic buying.
“Kami mengajak masyarakat Aceh, khususnya di Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tenggara, Sabang, dan Simeulue, agar tidak melakukan pembelian BBM di luar kebutuhan. Insyaallah, stok BBM tetap terjaga,” ujarnya.
Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh, Irwansyah ST, dalam Instagramnya mengungkapkan bahwa stok BBM masih banyak. Dalam pantauannya di Fuel Terminal Krueng Raya, masih ada jutaan liter BBM yang tersedia.
”BBM akan terus dipasok bahkan hingga bulan depan agar keadaan kembali normal lagi,” jelasnya.

















