Simeulue | TubinNews.com – Sidak yang digelar oleh Sekda Simeulue, Asludin, bersama Kepala Dinas Pertanian, Samsuar, ke sejumlah kios pengecer pupuk bersubsidi mendapat dukungan luas dari masyarakat, khususnya para petani di Simeulue.
Namun demikian, masyarakat petani menilai sidak tersebut akan lebih tepat sasaran jika harga penjualan pupuk subsidi ditanyakan langsung kepada petani bukan ke distributor dan kios pengecer.
Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang petani, Rajudin. Ia mengatakan untuk mengetahui secara langsung harga pupuk bersubsidi yang benar-benar diterima petani, harusnya pihak terkait turun langsung menanyakan kepada petani, bukan hanya ke kios pengecer.
Menurutnya, jika sidak hanya dilakukan di kios pengecer, para pengecer masih bisa beralasan bahwa harga jual pupuk telah sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET). Namun, apabila pertanyaan diajukan langsung kepada petani, maka kios pengecer maupun distributor tidak dapat mengelak dari fakta di lapangan.
“Selama ini harga pupuk yang kami beli dari kios pengecer sudah di atas HET. Untuk pupuk urea kami beli seharga Rp150.000 per karung, sedangkan pupuk NPK Rp160.000 per karung. Jika harga tersebut ditanya ke distributor dan kios pengecer tentu mereka tidak mungkin mengaakui,” ungkapnya, Rabu (17/12/2025).
Sebelumnya, Sekda Simeulue bersama Kepala Dinas Pertanian melakukan inspeksi mendadak atau sidak ke kios pengecer bersubsidi untuk memastikan harga jual pupuk bersubsidi sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Pemerintah.
















