Aceh | TubinNews.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Aceh mencatat meningkatnya wabah penyakit di kalangan korban bencana banjir dan longsor. Berdasarkan laporan Harian Posko Health Emergency Operational Center (HEOC) pada Minggu, (28/12/2025), terdapat 10 jenis penyakit yang berisiko menjangkit para penyintas.
Sepuluh penyakit tersebut meliputi ISPA, penyakit kulit, diare, ILI, suspek demam tifoid, suspek campak, suspek dengue, suspek leptospirosis, suspek pertusis, dan malaria. Dari seluruh kasus yang terdata, ISPA, penyakit kulit, dan diare menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan.
“Tingginya kasus ketiga penyakit tersebut menjadi perhatian utama bagi tim kesehatan di lapangan,” ujar Koordinator Posko HEOC, Ferdiyus.
Berdasarkan hasil laporan, potensi wabah penyakit tersebut tersebar di 14 kabupaten/kota terdampak bencana. Aceh Utara menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi. Tercatat 21.250 kunjungan layanan kesehatan, dengan 9.615 orang terjangkit penyakit. Sementara itu, Bireuen mencatat 28.562 kunjungan, dengan 7.162 kasus penyakit.

Ia menambahkan, munculnya berbagai penyakit tersebut dipicu oleh kondisi lingkungan di lokasi bencana. Paparan air kotor, buruknya sanitasi lingkungan, serta pengungsian yang padat dan lembap menjadi faktor utama meningkatnya risiko penularan penyakit.
“Faktor penyakit bisa timbul karena paparan air kotor, sanitasi lingkungan yang buruk, serta kepadatan dan kelembapan di pengungsian,” jelasnya.















